Sabtu, 24 Oktober 2009

Bisnis mobil bekas disaat kritis

Akhir tahun lalu, ketika krisis keuangan global pertama kali menghantam, bisnis mobil bekas mengalami peningkatan yang signifikan. Krisis yang meruntuhkan banyak industri tersebut justru memberikan keuntungan bagi pedagang mobil bekas.

”Krisis keuangan global justru menguntungkan pedagang pasar mobil bekas,” kata Senior Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, kala itu. Hal tersebut lantaran, banyak orang yang ingin membeli mobil baru justru beralih ke mobil bekas.

Alasannya, antara lain harga mobil bekas cenderung stabil dibandingkan mobil baru yang fluktuatif mengikuti kurs valuta asing (valas). Di WTC Mangga Dua, penjualan mobil bekas sempat menyentuh angka 500-600 unit per minggu. Padahal biasanya, hanya sekitar 300-400 unit per minggu. ”Karena krisis, rata-rata terjual sebanyak 1.500 mobil per bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen di antaranya membeli dengan tunai,” paparnya.

Andre, salah seorang pedagang mobil bekas di Mangga Dua Square, Jakarta memberikan komentar senada. ”Kami sempat menjual sekitar 20-30 unit. Padahal, sebelumnya hanya sekitar 15-an unit saja,” terangnya.Memasuki tahun 2009, pedagang mobil bekas masih bisa merasakan ‘nikmatnya’ krisis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar