Sabtu, 24 Oktober 2009

Kolam ikan di rumah

Jakarta, RMexpose. Gerakan dan aneka ragam war­na yang menghiasi ikan ini menimbulkan suasana rumah yang berbeda bagi penghuninya. Dengan menatap gerakan ikan-ikan ini selama beberapa menit, dipercaya dapat menghilangkan stres akibat aktivitas sehari penuh.

Penghuni rumah juga bisa menikmati suara gemericik air yang timbul dari gerakan ikan-ikan hias atau gemericik air dari ornamen tambahan kolam ikan seperti air mancur. Alasan itulah yang membuat penghuni rumah menyisakan sebagian lahannya rumah untuk memelihara ikan-ikan hias itu.

Namun untuk membuat kolam ikan di dalam rumah, perlu memperhatikan beberapa aspek untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Hal yang pertama yang harus diperhatikan adalah aliran air pembuangan.

Lokasi kolam ikan perlu dipilih untuk memaksimalkan fungsi kolam. Upayakan lokasi kolam berada dekat dengan sumber air. Tidak lupa memperhatikan bahan pembuat kolamnya. Sebaiknya menggunakan semen atau batu yang padat sehingga mudah dibersihkan.

Kolam juga perlu mendapat sinar matahari langsung supaya tidak terlalu lembab. Selain itu, sinar matahari membuat ikan bisa berkembang bagus.

Aspek-aspek ini perlu di­per­hatikan agar tetap menjaga kebersihan kolam ikan dan tidak menyebabkan terjadinya kele­m­ba­ban yang berlebihan di se­k­ita­r kolam. Aliran pembuangan ai­r kolam harus dibuat di dasar ko­lam dengan tutupan yang m­udah dibuka dan tutup kembali.

Tutupan ini bisa menggunakan ka­ret atau besi yang tidak mudah kar­at. Fungsinya supaya air dan kotoran dapat terbuang dengan baik. Kolam ikan juga harus de­k­at dengan sumber air sehingga ket­ika selesai dibersihkan dapat seg­era diisi kembali.

Sumber air bisa disediakan dengan menbuat kran air di dekat kolam ikan. Disarankan air yang akan digunakan merupakan air tanah bukan dari air PAM. Ini guna menjaga PH air.

Bahan pembuat kolam, meru­pa­kan faktor terpenting dalam meng­hadirkan kolam yang cantik dan berfungsi baik. Untuk dasar kolam, semen harus dicampur de­ngan pasir dengan komposisi yang pas.

Disarankan bahan semen lebih ba­nyak dibanding pasir. Ini agar da­­sar kolam lebih kuat dan tahan bo­­cor. Bisa juga dengan cor-co­ra­n yakni dengan membuat ca­m­pu­ran antara batu, semen, dan pasir.

Dinding kolam pun disarankan menggunakan bahan yang sama dengan dasar kolam supaya tidak terjadi kebocoran kolam. Setelah dicor, kolam dapat dilapisi dengan beberapa jenis bahan seperti keramik atau batu alam.

Penggunaan keramik dan batu alam ini sangat bergantung pada pemilik kolam. Bagi yang men­ginginkan kolam yang menyatu dengan taman di sekelilingnya, biasanya menggunakan batu alam sehingga berkesan seperti sungai yang berada di dalam rumah.

Dari segi interior, kolam ikan hias lebih baik ditempatkan di sisi dalam rumah yang berdekatan dengan ruang santai keluarga. Sementara di sisi kolam dapat dibuat taman yang bisa lebih menyemarakkan suasana.

Untuk sirkulasi oksigen yang baik bagi ikan, dapat dita­m­bahkan pancuran air atau water fal­l yang dibuat menyatu dengan din­ding di atas kolam.

Jenis ikan hias yang biasa dim­asukkan yakni ikan koi, koki atau ika­n mas. Ada juga ikan severum (sejenis ikan hias air tawar yang berasal dari Amerika Serikat). Tubuhnya pendek, gemuk, dan gepeng dengan warna dasar tubuh bervariasi yaitu coklat ke­kuningan atau hitam kecoklatan.

Yang lebih penting bagi pemilik ikan hias di dalam kolam, yakni harus selalu memelihara keber­sihan kolam sehingga ikan tidak mati karena PH atau ada zat bera­cun yang masuk ke dalam kolam.

Ikan apa pun jika dirawat den­gan­ baik, diyakini bisa membuat pemiliknya senang. Apalagi jika tab­uran makanan yang kita sebar membuat ikan bergerak lincah, di­ja­min membuat mata segar kem­­­bali. rm


Baca Juga :
Kolam Melancarkan Rezeki
Bisnis Hotel Mendongkrak Pendapatan Jakarta Setiabudi
Nggak Sanggup Bangun Landed House, Apersi DKI Garap Rusunami
Perluas Jaringan Pasar, Accor Group Bangun Hotel Kelas Ekonomi
BTN Dapat Suntikan Jamsostek Rp 300 M

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar